Tips Survive di Jurusan Pilihan Orang Tua

Tips Survive di Jurusan Pilihan Orang Tua

87% mahasiswa Indonesia salah masuk jurusan dan 70% alasannya karena mengikuti pilihan orang tua

Apakah kamu salah satunya?

Kuliah itu nggak seperti waktu sekolah SD sampai SMA. Selain karena materinya berkali-kali lebih rumit, juga karena di kuliah itu individual. Artinya, kalau kamu males ya lulusnya ketinggalan, nggak seperti waktu sekolah yang anak rajin dan males sama-sama lulus di garis finish yang sama. Apa pengaruhnya kalau kuliah di jurusan yang bukan pilihan sendiri? Tentunya karena diawali dengan perasaan nggak suka, materi yang dipelajari akan terasa sangat sangat susah untuk dipahami. Hal itu tentunya membuat kamu jadi males, jadi pengen kabur aja gitu nggak menyelesaikan apa yang sudah dimulai. Bener nggak gitu?

Ketika menyadari bahwa salah jurusan, ada dua pilihan: bertahan atau pindah jurusan. Kalau kamu diberkahi otak yang luar biasa dan kebetulan kamu punya uang untuk daftar kuliah di jurusan dan universitas yang kamu benar-benar inginkan plus kamu nggak masalahkalau harus ngulang dari nol, selamat solusi untuk maslahmu sangat mudah. Tinggal bagaimana caranya ngomong ke orang tua soal rencana kepindahanmu. Tapi kalau kamu nggak punya pilihan lain selain bertahan apa yang bisa dilakukan?

  • Ubah pola pikir

Hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah ubah pola pikir kamu. Kalau kamu selalu berpikir “ah males kuliah, ini bukan jurusan pilihanku, ini pilhan orang tuaku”. Ya sampai kapan pun akan terasa berat dan semakin berat untuk menyelesaikannya. Kita sebagai manusia selalu punya pilihan. Bahkan ketika orang tuamu kekeuh mengarahkan kamu ke jurusan tertentu, kamu selalu punya pilihan untuk mengikuti pilihan mereka atau berani mengambil jalanmu sendiri. Jadi ketika pada akhrinya kamu kuliah di jurusan pilihan orang tuamu, itu salah mereka sepenuhnya? Oh tentu tidak. Karena kamu sudah memilih untuk mengikuti apa yang mereka inginkan, artinya kamu harus bertanggung jawab dengan pilihanmu itu. Semua pilihan punya konsekuensi.

  • Selesaikan kuliahmu dengan baik dan secepat yang kamu bisa

Setelah kamu bisa mengubah pola pikir kamu dan menyadari bahwa mengikuti pilihan orang tua adalah pilihanmu, maka daripada kamu bermalas-malas dalam kuliah yang akan berujung memperlama kamu di jurusan yang bukan kamu banget, mending kamu sebisa mungkin menyelesaikannya sebaik dan secepat yang kamu bisa.  Daripada kamu merutuki matkul-matkul yang sangat susah kamu pahami, cobalah lebih fokus dan belajar untuk menyukai matkul lain yang sekiranya kamu bisa mudah pahami. Contoh: semisal kamu kuliah di jurusan teknik dan kamu lemah di matkul-matkul hitungan, coba untuk lebih fokus dan belajar menyukai matkul yang lebih banyak teorinya daripada hitungannya. It helps. Seenggaknya kan nanti nilaimu nggak jelek-jelek banget, bakal tetep ada yang bagus. Walaupun itu bukan jurusan yang kamu mau, memikirkan IPK tetap hal yang penting. Minimal bisa 3,00 deh. Karena IPK adalah gerbang awal untuk masuk ke sebuah pekerjaan. Kamu pasti pengen kerja kan kalau udah lulus kuliah?

  • Pelajari hal yang kamu suka di luar kampus dan bangun link di bidang itu

Kamu masih bisa mempelajari hal yang kamu suka kok di luar kampus. Banyak tempat les, komunitas-komunitas, atau tempat nongkrong orang dengan kesukaan sejenis. Kamu bisa daftar dan belajar dari orang-orang di sana sekaligus membangun koneksi. Siapatau dari mereka kamu dapat tambahan ide-ide yang bisa segera kamu eksekusi atau dieksekusi setelah kamu lulus. Bukan berarti kamu menjalani kuliah di jurusan yang bukan kamu banget terus kamu nggak bisa mengejar apa yang sebenernya kamu pengen. Ohiya, kamu juga perlu ingat kalau kadang kita harus menjemput kesempatan, menjemput jalan menuju apa yang kita inginkan. Kesempatan apapun, sekecil apapun kesempatan itu, ambil kalau memang dari kesempatan itu bisa mendekatkanmu dengan apa yang kamu inginkan. Dengan tetap mempelajari apa yang kamu suka, kamu bakal menambah keahlian kamu di bidang itu. Keahlian itu lah yang nantinya akan membantu kamu ketika kamu lulus. Contoh: sebenernya kamu mau bekerja di bidang jurnalistik, tapi kamu malah kuliah di jurusan teknik kimia. Kamu masih bisa belajar tentang jurnalistik dengan gabung magang di koran atau majalah, ikut workshop-workshop yang berhubungan dengan jurnalistik.

Belajar bisa dari siapa saja, di mana saja, dengan apa saja

  • Ingat sudah seberapa jauh kamu melangkah

Mungkin akan ada waktu di mana kamu bener-bener nggak semangat menjalani kuliah dan pengen menyerah gitu aja. Hal itu wajar karena kamu menjalani apa yang nggak kamu suka. Apalagi di akhir-akhir semester ya, pas berat-beratnya. Bukannya mikir gimana biar cepet selesai, eh malah mikir gimana kalau mulai dari awal lagi. Kalau sedang berada di keadaan kayak gitu, coba tanya ke diri sendiri, yakin mau ngulang dari awal? Apa kamu yakin punya energi untuk itu? Duduk di kelas bareng mahasiswa-mahasiswi lain yang umurnya 2-3 tahun lebih muda dari kamu, yakin tuh? Coba direnungkan lagi, sudah seberapa jauh kamu dari titik start dan sudah seberapa dekat kamu dengan garis finish. Sebisa mungkin jangan lama-lama di keadaan ini, bangkit lagi, hajar lagi sampai selesai. Sedikit lagi kok, sebentar lagi menuju kebebasan untuk menjalani yang sebenar-benarnya kamu inginkan 🙂

Semoga membantu untuk kamu yang sudah terlanjur kuliah di jurusan pilihan orang tuamu!

 

*featured image: google.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.