Travel

Tips Akur Traveling Bareng Teman

Kamu lebih suka jalan-jalan sendirian atau ramean?

 

Beberapa kali aku pernah jalan-jalan sendiri ke Bandung, Jakarta, dan Surabaya. Nggak 100% jalan-jalan sendiri sih karena sampai sana langsung ketemu temen dan jalannya bareng temen. Perjalanan yang cukup menyenangkan karena beberapa kali nggak perlu pusing untuk menentukan mau ke mana karena ada temennya. Kemana-mana juga nggak takut bengong sendirian dan nggak tau jalan. Kalau jalan-jalan ke tempat baru yang ngagk ada temen sama sekali di sana belum pernah hehehe.

Pernah juga pergi ramean sama temen-temen ke Solo dan Malang. Kalau ramean gini emang lebih asyik dan nggak bingung kalau mau foto karena pasti ada yang ngefotoin. Tapi banyak hal yang harus dikompromikan, namanya juga banyak kepala dalam satu grup yaa. Enaknya lagi kalau pergi ramean gini bisa hemat tranportasi pas di kota tersebut. Semisal kayak waktu di Malang itu sewa mobil atau sewa kapal boat di Pulau Sempu, kalau pergi ramean lebih murah iurannya kan.

Traveling sendiri itu menyenangkan, tapi traveling berdua lebih hemat

-Trinity Traveler

Nah kalau yang jadi favoritku itu adalahΒ jalan-jalan berdua. Persis kayak apa yang dibilang sama Trinity. Memang kalau pergi sendirian itu kita bisa lebih bebas mau kemana-mana, mau ngapain. Tapi lebih boros. Kenapa? Karena nggak ada yang diajakin patungan πŸ™

Contohnya nih penginapan seharga 100 ribu. Kalau pergi sendiri ya kita bayar segitu, kalau pergi berdua kan bisa bagi dua karena kamarnya pun bisa untuk maksimal 2 orang. Contoh lagi, sewa motor 75 ribu kalau dibagi 2 lumayan kaaan jatuhnya.

Aku udah beberapa kali pergi berdua aja dan memang lebih enak. Selain lebih hemat, hal-hal yang dikompromikan lebih sedikit. Jadi lebih sedikit juga resiko beda pendapat yang bikin ribut banget. Tapi tetep aja kalau pergi berdua pun ada ribut-ribut dan beda pendapatnya dikit.

Baru-baru ini aku pergi jalan-jalan sama temenku, berdua aja dan ini adalah perjalanan terlama kita bersama. Tsah

14 hari perjalanan pasti ada capeknya, pasti ributnya, pasti berantemnya. Tapi gimana tips supaya akur sampai akhir perjalanan?

1. Tentukan Rules

Jauh-jauh hari sebelum pergi, aku dan temanku membuat beberapa rules yang harus dipatuhi selama perjalanan. Contoh beberapa yang utama adalah rules tentang uang dan tentang memilih tempat makan. Kenapa dua itu yang utama kita bahas? Karena menurut kami kedua hal itu yang bakal sering bikin ribut kalau nggak dibahas. Jadi untuk urusan uang kami sepakat untuk menyelesaikan semua hutang piutang jajan di hari yang sama, misal di malam harinya harus udah clear. Untuk memilih tempat makan, nggak boleh ada kata terserah! hahahaha simpel ya tapi kalau nggak disepakati dari awal bisa bikin kesel.

Ada juga beberapa rules yang lain. Pokoknya untuk rules ini disesuaikan aja dengan partner jalan-jalan kamu. Apa hal yang paling sering bikin ribut, dihindari lah biar meminimalisir pertengkaran. Berantem pas lagi jalan bareng kan kurang enak ya~

2. Obrolkan Preferensi

Walaupun kamu sudah berkali-kali pergi berdua dengan partner yang sama, pastilah kalian tetap punya preferensi yang berbeda tentang apapun. Misal preferensi tentang makanan, tempat wisata, akomodasi, transportasi, dan lain lain. Dari awal aku dan temanku udah membicarakan tentang preferensi masing-masing sampai ada kesepakatan atau titik tengah kalau memang berbeda. Ini juga cukup membantu dalam menyusun itinerary wisata supaya adil dan nggak merasa kok cuma nyenengin yang sebelah pihak aja.

Baca: Itinerary 14 Hari Keliling Asia Tenggara

3. Terbuka dan Pengertian

Sebisa mungkin jangan ada yang ditutup-tutupin. Masalah keuangan, masalah kesehatan, apapun deh jujur aja. Bahkan kalau capek ya bilang aja capek. Dengan begitu partner jalan kita lebih bisa mengerti keadaan kita. Kita pun sebaiknya lebih pengertian ke partner jalan kita. Semisal pas laper eh dia tiba-tiba emosian, ya dingertiin aja memang kan ya kalau laper itu jadi cranky. Harus ada salah satu yang lebih kalem menyikapi celetupan-celetupan emosi sepanjang perjalanan hahaha. Kalau partner jalan kamu juga teman baik kamu, lucky you! Karena pasti sudah lebih mengerti ya tentang sifat-sifatnya di keadaan tertentu tuh bagaimana.

4. Hargai Ruang dan Waktu Privat

Jalan-jalan bareng berdua bukan berarti harus sama-samaan terus kan ya. Kadang ada capeknya juga dan butuh waktu sendiri. Saling menghargai waktu dan ruang sendiri itu juga jadi salah satu cara menjaga kewarasan bersama. Juga kalau semisal terjadi keributan alias berantem, biasanya aku lebih milih diem sendiri dulu sampai emosinya redaan. Biasanya ruang dan waktu privat ini ada ketika udah sampai hostel atau udah jam tidur. Ketika udah di bed masing-masing atau udah pakai headset masing-masing, nah biasanya nggak saling ganggu.

Kurang lebih 4 hal ini yang aku dan temanku lakukan dalam selama perjalanan kemarin. Ribut itu pasti, tapi seenggaknya diminimalisir demi suasana liburan yang seru! Nanti juga kembali akur hahaha πŸ˜€

Selamat liburan!

Luv,

13 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *