Slice of Life

Tentang Kebahagiaan yang Sederhana

Susah kalau diminta menyebutkan 5 kebahagiaan sederhana versiku. Karena aku mudah bahagia dengan hal-hal sederhana. Tapi mari dicoba dituliskan~

Urutannya acak ya…

Bangun Tidur Sehat

Entah sejak kapan, aku punya love and hate relationship sama bangun pagi. Bukannya nggak mau, bukannya males. Pernah ada momen-momen di mana ketika bangun pagi pasti sesek. Karena setelah dirasakan berkali-kali dan konsul ke dokter, katanya seseknya distimulasi oleh udara dingin. Jadi setiap badan merasa kedinginan, langsung batuk-batuk dan sesek. Makanya sering pas pagi-pagi selimutannya kelamaan jadi kesiangan, bukan bangunnya kesiangan tapi mandinya. Keluar dari selimut aja takut sesek, apalagi mandi.

Bangun-bangun sesek itu rasanya nggak enak banget. Mood jadi ikutan berantakan dan pengaruh ke mood seharian. Jadilah kalau bangun dan sehat, itu saat-saat aku bersyukur. Alhamdulillah hari ini sehat 🙂

Punya Me Time

Dulu zaman kuliah punya banyak banget waktu selo. Walaupun sabtu minggu ada acara organisasi atau event kampus, setiap harinya kuliah nggak seharian. Sekarang kerja Senin-Jumat 9 to 5, aku merasa perlu menyisihkan hari di mana benar-benar cuma di rumah. Aku tuh ekstrovert, tapi aku pun butuh recharge dengan me time seharian setelah energinya habis di weekdays.

Padahal weekend bisa buat main ya waktunya. Tapi aku tetap menyisihkan waktu seharian di rumah. Semisal mau main ya di salah satu harinya aja, Sabtu atau Minggu. Nggak dua duanya, nanti energinya nggak balik. Itu caraku juga untuk mendapatkan mood yang baik menyambut kerja hari Senin.

Baca: Hari Libur untuk Diri Sendiri

Sampai Rumah Sebelum Gelap

Aku pulang kantor jam 5 sore. Biasanya ada kelas-kelas tambahan atau ada urusan lain jadi jarang bisa beneran jam 5 cabut dari kantor. Makanya sekalinya bisa pulang sampai rumah beneran sebelum gelap atau kurang dari jam 6, aku bahagianya luar biasa. Karena berarti aku punya banyak waktu untuk diri sendiri tanpa harus nunggu weekend. Aku bisa pakai waktunya buat masak, buat baca buku, buat nulis, atau buat tidur-tiduran ajaaa.

Menyapa dan Disapa Balik

Katanya energi itu menular, baik itu energi positif atau negatif. Aku mempercayai itu, makanya sebisa mungkin tiap pagi atau tiap bertemu orang-orang aku menyapa dengan energi positif plus senyum. Berharap energi positif dari aku bisa memberi kebahagiaan di sela hari mereka.

Tapi ternyata bukan begitu aja. Ketika mereka menyapa balik, justru kebahagiaan itu pun bertambah ke aku. Kayak dapat suntikan semangat baru. Makanya aku suka melakukannya 🙂

Tidur dengan Ciko

Ada rasa tenang yang susah dideksripsikan setiap melihat Ciko tidur dengan pulas dan nyaman di rumah. Iya, Ciko adalah anak kucingku. Anak ketiga di rumah setelah aku dan adek. Aku bersyukur 2 tahun lalu bisa dipercaya untuk mengadopsi Ciko. Sejak saat itu, Ciko memberi warna baru di rumah. Bahkan ayahku, bener-bener menganggap Ciko sebagai anak ketiga, nggak pernah lupa diabsen ketika telfon.

Sebagai anak bungsu jelas Ciko adalah kucing yang manja. Apalagi kalau dia lapar, teriak-teriak maunya orang-orang cepetan kasih dia makan. Ciko selain manja juga anak yang cukup bandel, nggak betah di rumah. Rumah bagi dia cuma jadi tempat makan, minum, dan tidur sisa harinya adalah di luar rumah.

Ketika hujan deras dan Ciko tidur di rumah bareng aku, rasanya tenang. Rasa tenang melihat Ciko tidur itu memberikan sebuah kebahagiaan yang bahkan dia pasti nggak paham kalau kehadirannya itu membahagiakan. Eh tapi aku sesek kok tidur sama kucing? Tenang aja, tidur bareng di sini maksudnya dia tidur di kasur bawah, jadi nggak jejeran banget. Aman~

 

Hehehe kalau kamu, apa hal sederhana yang bikin kamu bahagia?

 

Luv,

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *