Slice of Life

Pengaruh Buruk Sosial Media

Di zaman teknologi yang semakin maju, teknologi seolah-olah menjadi sesuatu kebutuhan yang cukup penting dan nggak bisa lepas dari genggaman kita. Sadar atau tidak, dari hari ke hari kita disuguhi teknologi-teknologi yang semakin canggih. Nggak hanya fitur-fiturnya yang semakin canggih, tapi juga banyak platform media sosial baru yang membuat kita semakin betah menggenggamnya.

Facebook, Instagram, Twitter, semakin banyak sosial media yang terinstall di smartphone kita, semakin sering kita merasa harus mengeceknya. Rata-rata kita menghabiskan kurang lebih 5 jam total bermain smartphone. Waw! Dengan rata-rata waktu selama itu, lama kelamaan kita semakin tidak bisa lepas dari sosial media, bahkan mulai kecanduan. Merasa gelisah kalau lepas dari ponsel sebentar aja.

Terlalu asik sendiri dengan sosial media membuat kita semakin jarang bersosialisasi dengan sekitar. Kapan terakhir kali kamu kumpul bersama teman-teman dan nggak ada sama sekali yang mengobrol sambil sibuk main hp?

Walaupun memang sosial media dan kemajuan teknologi yang ada memudahkan kita dalam melakukan berbagai hal juga memberikan banyak hal baik di beberapa aspek, tetapi kehadirannya juga membawa dampak buruk. Ada beberapa pengaruh buruk dari sosial media yang aku rasakan:

  • Gelisah

Beberapa waktu terakhir ini aku mulai merasa gelisah kalau pisah sama hp. Takut ketinggalan suatu hal kalau nggak ngecek sosial media sebentar aja. Selain itu, takut mati gaya karena seringkali hp adalah senjataku ketika aku berada di suatu keadaan yang awkward. padahal sebenarnya nggak akan kenapa-kenapa dan nggak akan ketinggalan apapun kalau sejam dua jam nggak mengecek hp.

  • Nggak Produktif

Scrolling, scrolling, scrolling bentar lagi…. Sampai tiba-tiba tidak kerasa udah 2 jam kelewat tanpa menghasilkan apa-apa. Kadang kalau sadar udah kelamaan scrollling tanpa makna, langsung naruh hp dan melakukan hal lain. Paling kerasa waktu punya niat ngetik buat ngisi blog, bukannya langsung ngetik dan selesein biar ide nggak ilang gitu aja, eh malah keasikan main hp. Hilang deh idenya 🙁

  • Mengganggu kesehatan mental

Sosial media gampang banget diakses semua orang, semua umur. Masalahnya adalah nggak semua orang bisa bijak menggunakan sosial media. Bahkan banyak yang menggunakan sosial medi asebagai paltform untuk menyebarkan kebencian. Haduh, nggak sehat buat mental. Nggak cuma itu, banyak teman yang mengeluhkan kalau mereka iri pada postingan temannya yang kelihatannya lebih bahagia daripada kehidupan mereka. Walau sosial media mempengarhi sampai sebegitunya, detox sosial media mungkin bisa jadi solusinya.

Apa itu detox sosial media? Detox sosial media adalah berhenti sejenak menggunakan sosial media. Beberapa waktu terakhir, gerakan ini mulai rame dilakukan. Caranya dengan sign out atau meng-uninstall aplikasi sosial media di hp kamu untuk beberapa saat.

Aku pengen banget mencoba detox sosial media, karena aku sudah mulai terganggu dengan keinginan sering ngecek hp. Tapi kerjaanku berhubungan erat dengan sosial media. Jadi gimana dong? hahaha

Kalau kamu gimana? Apa sudah pernah mencoba detox sosial media?

Coba share perubahan yang kamu rasakan selama detox sosial media yuk di kolom komentar 🙂

4 Comments

  • Annantha Ayu

    Aku udah pernah nyoba untuk detox dit! Udah berhasil deactive beberapa sosial media yg aku punya. Cuman untuk instagram, masih pelan2 bgt buat bisa lepas 🙁 mungkin krn temen2 aku lebih sering send message ke instagram daripada ngechat di line atau whatsapp. Huft

    • Andita

      Wahhh gimana tuh mbak rasanya habis detox? Aku pengen mengurangi kecenderungan pegang hp dalam waktu lama, tapi kerjaannya di hp :”)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *