Travel

Naik Bus dari Kuala Lumpur ke Bangkok

Perjalanan dari Kuala Lumpur ke Bangkok relatif banyak pilihan karena masih berlokasi di 1 daratan yang sama. Bisa dengan naik pesawat, kereta api, atau bus. Tentunya harus disesuaikan dengan budget dan waktu perjalanan yang dimiliki demi efisiensi.

Sewaktu perjalanan 14 hari keliling ASEAN kemarin, aku langsung mencoret pilihan transportasi dengan pesawat. Bukan hanya karena efisiensi biaya, tapi karena aku memiliki banyak waktu perjalanan. Jadi nggak masalah kalau lama di jalan.

Sempat bingung antara naik kereta api atau naik bus. Karena dalam bayanganku, naik bus kok kayaknya capek banget. Kalau naik kereta api bisa pilih yang sleeper train jadi lumayanlah bisa istirahatnya rebahan. Tapi untuk kereta api dari KL ke Bangkok ini cukup ribet menurutku. Jadi rutenya nggak bisa langsung ke Hat Yai (kota transit setelah perbatasan Malaysia-Thailand), tapi dari info yang aku baca hanya sampai di perbatasan Malaysia baru lanjut kereta lain dari stasiun di perbatasan Thailand. Kan ngeri ya bayangin harus ganti stasiun di perbatasan.

Yaudah, pilihan jatuh ke bus. Naik bus dari KL ke Bangkok nggak ada yang langsung. Jadi transit di Hat Yai. Waktu sampai di KL kemarin, aku langsung beli tiket bus keberangkatan paling malam. Beli tiketnya di Terminal Bersepadu Selatan, pusat terminal bis di KL.

Baca: Itinerary 14 Hari Keliling Asia Tenggara

Menuju Hat Yai

Awalnya mau beli tiket bus Konsorsium karena katanya cukup bagus. Tapi waktu itu udah habis. Akhirnya beli tiket bis Suasana Edaran seharga RM 60,4 keberangkatan jam 11 malam. Perkiraan sampai jam 6-7 pagi besok harinya. Bisnya cukup bagus, ada colokan USB, dapat wifi dan selimut, nggak ada toliet dalam bus. Satu hal yang cukup mengganggu adalah selimutnya nggak wangi, mungkin sudah beberapa minggu nggak dicuci πŸ™

Sekitar pukul 5 pagi sampai di perbatasan, turun sebentar untuk urusan administrasi di imigrasi lalu naik lagi. Dari perbatasan, perjalanan ke Hat Yai masih butuh waktu sekitar 1,5-2 jam. Sesampainya di Hat Yai, aku kira bakal diturunin di terminal langsung. Eh ternyata diturunin di loket atau agen tiket yang kerjasama dengan mereka. Lokasinya agak jauh dari terminal bus Hat Yai.

Pas turun langsung ditawarin (setengah dipaksa) untuk beli tiket balik ke Malaysia di agen tiket itu. Ya aku dan temenku menolak, karena tujuan kita nggak kesana. Setelah tau tujuan kita adalah Bangkok, ada orang menawarkan untuk anter kita naik tuk-tuk.

Seneng naik tuk-tuk pertama kali

Kesan Pertama dengan Tuk-Tuk

Pas lihat postingan orang, kayaknya tuk-tuk ini transportasi yang cukup asyik ya. Tapi hmmm tidak!

Ya karena masih pagi, bangun tidur jadi nyawa belum ngumpul 100%, langsung terima tawaran naik tuk-tuk tadi. Percaya aja mau dianter ke terminal. Posisinya HP nggak nyambung internet, maps offline ngadat, nggak tau tuh terminal di sebelah mana.

Sekitar 5-8 menit perjalanan, smapailah kita di sebuah ruko agen travel gitu. Wah ini mah bukan terminal! Aku dan temenku dah sempet meneolak untuk turun karena ini bukan tujuan kita. Tapi dipaksa, ngotot sekali. Akhirnya turun lah kita, nanya harga bus untuk ke Bangkok. Eh buseeet mahal banget 1200 bath!! Padahal dari info blog-blog orang, harganya 600-800 bath tuh ada.

Kita jelas menolak, karena di luar budget kita dan kita tuh tau ada yang lebih murah di terimnal. Yaudah dong naik lagi ke tuk-tuk karena masih belum tau ini lagi di sebelah mana. Perjalanan sekitar 10 menit, berhenti lagi. Kali ini kayaknya iya di daerah terminal karena ramai orang dan angkot. Tuk-tuk berhentinya nggak di dalem terminal tapi di depan travel agen temennya. Pas turun dari tuk-tuk adegan tadi keulang lagi, dipaksa mampir untuk beli tiket bis di situ tapi kita menolak dengan tegas.

Baca: Transportasi 14 Hari Keliling Asia Tenggara

Eh pas bayar tuk-tuk, doi minta dibayar 2x lipat! Ih waktu protes, doi bilang karena kita tadi kan ke 2 tempat. Haduh kan bukan kita yang minta. Akhirnya karena males debat, kasih aja lah bye! Kita masuk terminal dengan yakin.

TIPS:Β Kalau kamu mengalami hal yang sama, nggak diturunin langsung di terminal waktu pertama kali sampai di Hat Yai, JANGAN PANIK. Pasang tampang kalem aja lalu jalan menjauhi tempat turun tadi seolah-olah kamu tau di mana terminal atau stasiunnya. Kalau mau dianterin tuk-tuk, cari tuk-tuk dari tempat yang agak jauh dari tempat kamu turun.

Beli Tiket di Terminal Hat Yai

Masuk ke terminal tentu saja seperti terminal pada umumnya, akan langsung dikeroyok agen-agen tiket. Semangat banget mepetnya nawarin tiket untuk kesana kesini. Setelah mengalami kejadian sama tuk-tuk tadi, aku dan temanku sepakat (sebelum masuk terminal) untuk pasang tampang sok yakin dan bilang udah punya tiket. Yaudah beneran kita masuk dengan sok-sokan pasang muka bodo amat, padahal deg-degan kalau nggak nemu loket tiket bus yang kita mau. Akhirnya kita nemu tempat duduk di depan warung gitu. Langsung duduk sambil mikir selanjutnya mau gimana.

Mau nanya orang tuh takut. Takut kalau pas nanya eh ternyata dia agen tiket yang super mahal dan nggak jelas bisnya gitu. Untungnya ada mbak-mbak berhijab yang juga duduk nggak jauh dari tempatku. Akhirnya ku tanya deh. Ternyata mbaknya nggak bisa bahasa Inggris, tapi bisa bahasa Melayu. Okelah little-little I can lah ya, bermodalkan vocab dari Upin-Ipin.

Ya walaupun sempet ada miss karena ada kata-kata yang aku nggak tau bahasa Melayunya apa, dengan baik hati mbaknya mau mengantarkan untuk nanya tiket ke agen yang terpercaya. Dia ini bisa bahasa Thai karena tinggal di Hat Yai. Dengan bantuannya, akhirnya bisa nemu loket bus yang kita cari-cari. AKHIRNYA BISA LEGA.

Loket Sri Siam di dekat platform 1
Platform 1 paling dekat pintu masuk terminal (depan)

Sri Siam Tour

Nama busnya adalah Sri Siam. Tiket bis dari Hat Yai ke Bangkok seharga 643 bath. Aku beli tiket untuk jam 5 sore dan diperkirakan jam 6-7 sampai di Bangkok. Loket Sri Siam ini berada di depan atau dekat Platform nomor 1-3 Terminal Hat Yai. Aku dapat rekomendasi dari orang juga, katanya busnya bagus. Dan emang iya beneran dong. Bisnya bagus banget dan cukup nyaman.

Kursi di Sri Siam nyaman!
Ada TV gini disetelin film-film, tapi pakai bahasa Thailand~

Bisnya model double decker gitu. Mungkin karena Bangkok adalah pemberhentian terakhir jadi kemungkinan besar akan dapat seat di lantai 2. Dalam bis ini udah ada toilet tapi nggak ada wifi. Ada hiburan tv, yang disetelin film-film gitu dan pastinya ada socket USB untuk charger gadget. Selain itu, dapat fasilitas selimut yang wangi (bahkan masih plastikan laundry), roti, dan nair minum.

Seperti bus perjalanan jauh pada umumnya, di tengah perjalanan, bus berhenti di sebuah restoran gitu. Jadi bisa makan malam di sana. Kondekturnya juga membantu banget, selalu sigap kalau butuh bantuan. Kita sempet tukeran kontak Facebook lho HAHAHA ;D

 

Selama perjalanan kemarin, menurutku fasilitas bus ini yang terbaik!

(cont)

see you luv,

16 Comments

  • dita

    oalah, tuk-tuk ini kok dari dulu sampe sekarang gitu-gitu aja ya pelayanannya.
    emang mesti kuat “berantem” sama tukangnya. hihhihihi

  • Melina Sekarsari

    Aihhh, ternyata udahan. Padahal aku menunggu ulasan dan foto bus Sri Siam-nya, hihihi … Penasaran sebagus apa gitu. Kalau berpindah negara lewat jalur darat gitu, nanti pemeriksaan Imigrasinya di mana sih, Mbak? Hihihi, belum pernah soale.

    • Andita

      Wahh iya nanti coba ditambahkan foto interiornya ya πŸ˜€ kalau jalur darat gitu kak, imigrasinya nanti ketika di perbatasan Malaysia misalnya, turun untuk cap paspor. Lalu naik bis lagi sebentar nanti diturunin lagi di imigrasi Thailand buat cap paspor baru jalan lagi hehehe

  • Januar Fonti

    Hai Mbak Andita! Makasih atas info nya ya hehe.

    Mau tanya, itu kalo beli tiket di loketnya langsung pasti selalu ada nya gak ya ? Soalnya ini coba iseng nyari di easybook gak keluar buat tanggal yang saya pilih πŸ™

    Makasih Mbak

    • Andita

      halo! πŸ˜€
      Kemungkinan masih bisa dapet mas. Karena seat yang dijual di online tidak semuanya, hanya sebagian. Kalau pun kehabisan, beli tiket untuk hari berikutnya dan nginep sehari di Hatyai nggak rugi mas. Banyak yang bisa dieksplor di sana πŸ˜€
      Semoga membantu yaa

  • George

    Ma kasih Mbah infonya..saya dari Papua mau cobain travel seperti mba lakuin..pasti menyenangkan..kebetulan ada rencana kesana juga..dengan rute yg sama seperti mba ambil..Kuala lumpur – Bangkok lewat darat..semoga berhasil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *