Self Development

Mengenal Personal Financial Planning

Di bulan Desember 2018 kemarin, aku pertama kali ikut seminar tentang Financial Planning. Ini adalah sesuatu yang baru buatku.

Dari dulu setiap nerima uang bulanan dari orang tua atau dapat gaji dari part time, sebenernya udah mulai membuat pos-pos keuangan. Berapa yang ditabung, berapa yang buat kehidupan sehari-hari selama sebulan, dan berapa yang anggaran yang dipakai untuk belanja keinginan seperti baju atau novel.

Nah dari kelas itu baru tau ternyata Financial Planning nggak sesederhana itu. Financial Planning bukan cuma ngurusin uang dalam sebulan mau dikemanain aja. Ternyata Financial Planning juga ngomongin uang di masa depan!

Lah maksudnya gimana?

Ngomongin Financial Planning itu juga ngomongin target-target finansial di masa depan. Misalnya di tahun 2020 mau jalan-jalan ke Eropa butuh dana 50 juta, tahun 2021 mau menikah butuh dana 150 juta, tahun 2025 beli rumah seharga 700 juta, dan seterusnya.

Tapi sebelum membuat target-target finansial, kita terlebih dahulu harus melakukan Financial check-up. Financial Check-up ini dilakukan dengan menganalisa catatan pengeluaran harian selama sebulan. Hayoo siapa yang nggak pernah tracking pengeluaran harian? Mulai bikin yuk. Penting lhoo.

Nah dari Financial check up ini akan kelihatan habbit spending money kita seperti apa, lalu apakah selama ini kita sudah membelanjakan uang kita dengan baik atau belum. Dan juga bisa melihat pos-pos mana yang sepertinya berlebihan atau bisa ditekan untuk saving lebih banyak. Financial Check up juga melihat besarnya aset dan hutang apa saja yang dipunyai sekarang.

Untuk mencapai financial goals yang sudah kita buat, diperlukan breakdown pertahun juga perbulan supaya nominal target-target tadi jadi lebih kecil dan nggak terasa memberatkan. Hal ini juga bikin kita lebih fokus dalam mengejar target-target kecil ini secara konsisten.

Setelah mengikuti seminar Financial Planning itu aku mulai membuat financial goals untuk 3 tahun ke depan. Jadi bikin semangat kerja dan investasi kalau inget angka di targetnya 😀

Panduan Mengatur Keuangan

Kunci dari berhasil mencapai target Financial Planning adalah pintar mengatur keuangan. Dari uang bulanan yang kamu terima, ada lho panduan mengatur keuangan supaya seimbang antara belanja dan tabungan. Aku sendiri memegang hitungan dengan Prinsip 1 2 3 4.

  1. 10% untuk dana darurat. Porsi 10% ini sebaiknya disimpan dalam bentuk liquid atau simpanan yang mudah dicairkan. Dana darurat ini fungsinya untuk digunakan di saat-saat tertentu, semisal ketika akan resign dari pekerjaan atau ketika sakit. Idealnya, sebaiknya kita memiliki jumlah dana darurat sebesar 3-6 bulan gaji.
  2. 20% untuk investasi. Banyak sekali bentuk-bentuk investasi. Ada investasi emas, pasar modal, pasar uang, reksadana, obligasi, deposito, dan lain-lain. Semua punya tingkat resikonya masing-masing. Jadi pahami dengan baik investasi yang akan kamu pilih sebelum memutuskan mau investasi dalam bentuk apa. Mulailah investasi sedini mungkin!
  3.  30% untuk tagihan, hutang, cicilan. Kalau kamu punya hutang yang cicilannya lebih dari 30% gaji kamu, ini membuat cashflow-mu nggak seimbang. Karena dengan begitu berarti kamu harus memangkas pos keuangan lainnya misalnya pos makan atau tabungan. Semisal udah terlanjur ada hutang, coba fokus untuk melunasi as soon as possible. Supaya cashflow kembali normal dan kamu bisa melakukan financial planning yang lebih baik. Kalau kamu nggak punya cicilan hutang apapun, kamu bisa menggabungkan pos ini ke investasi. Jadi total investasimu bisa 50%. Makin cepet deh mewujudkan financial goals kamu.
  4.  40% untuk kehidupan sehari-hari. Kebutuhan sehari-hari tuh ya buat makan, minum, peralatan mandi, cemilan, hiburan (nonton bioskop , beli buku), dan lainnya. Dengan pos-pos yang sudah terukur seperti ini, bisa membuat kita lebih bijak dalam belanja. Jelas yang harus dilakukan adalah memilih mana kebutuhan dan keinginan. Bukannya pelit, tapi kita nggak perlu belanja baju baru setiap bulan kan~

Sudah sekitar 3 bulan ini aku konsisten memakai prinsip ini untuk mengatur keuanganku sehari-hari. Hasilnya semua jadi lebih terukur, cash flow makin terkendali. Bisa seneng-seneng, juga tetep bisa punya tabungan. Selan itu juga merasa lebih secure karena terlihat punya tabungan dan investasi walaupun masih dalam jumlah yang nggak seberapa.

Jenius Mengatur Keuangan

Dalam mengatur keuangan bulanan ini aku sangat terbantu dengan adanya Jenius. Pertama kali berkenalan dengan Jenius, udah yakin ini adalah pilihan yang tepat. Setiap awal bulan ketika gaji udah masuk, aku langsung bagi-bagi ke pos-pos yang sesuai prinsip tadi. Membantu banget untuk Financial Planning.

Hal yang paling pertama aku lakukan biasanya adalah memasukkan dana darurat ke Flexi Saver. Flexi Saver ini adalah fitur menabung di Jenius. Jadi kamu bisa menyisihkan uang belanja dan menabung di satu rekening yang sama tapi nggak bercampur. Iya, untuk dana darurat ini aku pribadi lebih memilih menyisihkannya sedari awal. Bukan menunggu ketika akhir bulan alias uang sisa. Karena kalau baru menyisihkan di akhir bulan, bisa-bisa uangnya habis duluan.

Luv banget desainnya

Setelah mengamankan porsi dana darurat, aku menyisihkan 40% untuk kebutuhan sehari-hari di X-Card dan E-wallet Center. E-Wallet center ini fitur baru dari Jenius dan menurutku in Jenius banget karena sangat memudahkan untuk top up e-wallet. Aku pakai E-wallet Center untuk top up saldo Gopay dan Mtix.

Jadi bener-bener terpisah tuh, mana yang buat jajan sehari-hari. Bikin ngetrack cash flow lebih gampang juga karena pembayaran dengan kartu Jenius bisa diterima hampir di semua toko. Bayar tagihan pascabayar pun langsung bisa dari aplikasi.

Terus sejauh ini aku belum ada cicilan hutang, jadi jatah investasiku bisa mentok 50%. Tapi aku tetep pengen lah belanja buku, baju, atau makan mahal jadi biasanya yang aku sisihkan buat investasi itu 40%. Sisanya buat memenuhi keinginan senang-senang tadi hahaha 😀 Financial planning bukan berarti nggak bisa seneng-seneng sama sekali lhoo~

Untuk investasi, aku sekarang lagi investasi di pasar modal (saham). Nah porsi 40% itu tadi langsung aku transfer ke rekening sekuritasku dari Jenius. Tanpa biaya transfer karena dapat jatah free transfer setiap bulannya. Semua bisa dilakukan dalam satu Jenius. Kalau mau tau lebih banyak tentang Jenius kamu bisa baca-baca di sini.

Itulah cara Jenius-ku mengelola keuangan sehari-hari. Terukur dan nggak pakai ribet!

Pintar membelanjakan uang adalah salah satu mental orang kaya 😛

 

luv,

 

Featured image: freepik.com

10 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *