Life is All About Choices

Tanpa kita sadari, kita hidup untuk memilih. Walaupun terlahir di dunia ini bukan kehendak kita yang menentukan. Coba diingat-ingat, sesederhana dari pagi hari saja kita sudah dihadapkan dengan pilihan; pilihan bangun dan mandi jam berapa, pilihan baju mana yang akan dipakai untuk beraktivitas seharian, pilihan mau sarapan apa, pilihan mau berangkat ke kampus atau ke kantor naik apa, dan masih banyak lagi pilihan lain seharian. Mau itu pilihan yang terkesan remeh sampai pilihan-pilihan sulit yang berpengaruh besar di kehidupan kita.

Menghadapi pilihan-pilihan itu, semua keputusan ada di kita. Yah walaupun seringkali rasanya nggak begitu ya? Seringkali kita berada di persimpangan, harus memilih salah satu jalan. Selagi diam bingung di persimpangan itu kita mendapat arahan, bimbingan, pendapat orang lain, atau mungkin bahkan tuntutan, paksaan dari pihak tertentu. Sudah bingung dengan perang batin antara hati dan otak, ditambah memikirkan masukan orang lain.

Dan hebatnya, pilihan itu bukan seorang jomblo. Dia berpasangan dengan konsekuensi. Langgeng banget, mesra terus, deket terus, selalu berduaan. Di mana ada pilihan, pasti ada konsekuensi. Setiap pilihan A, B, C, sampai Z yang ditawarkan atau dihadapkan ke kita itu punya konsekuensinya masing-masing. Kalau kita pilih Pilihan A, akan begini. Kalau pilih Pilihan B, akan begitu. Yah dan begitu seterusnya.

Kadang memilih memang menjadi hal sulit. Apalagi kalau semua pilihan terasa penting untuk diambil, tapi harus memilih salah satu. Sejatinya di akhir, kendali akan memilih jalan yang mana itu ada di kita. Seratus persen ada di kita. Bahkan saat mendapat paksaan dari kanan kiri, keputusan untuk mengikuti paksaan itu atau memilih jalan kita sendiri ya ada di kita kan. Karena pada akhirnya kita sendiri lah yang menanggung konsekuensi atas apapun pilihan kita. Mungkin hal itu lah yang membuat kita nggak berani memilih, galau lama-lama sebelum memutuskan sesuatu. Takut menyesal; adalah bentuk ketakutan menghadapi konsekuensi.

Lalu, kalau semua pilihan punya konsekuensi, mana yang harus dipilih? Ikutin hati atau otak?

Waw, tunggu dulu sahabat. Daripada galau berat mau ngikutin hati atau otak, mending tenang dulu biar bisa berpikir jernih. Dari pilihan-pilihan yang ada, coba dilist-down pelan-pelan konsekuensi dari setiap pilihan. Tulis atau cukup bayangkan kemungkinan-kemunkinan yang akan terjadi dari setiap pilihan yang ada. Kalau aku, aku akan memilih pilihan dengan konsekuensi yang paling nggak menyulitkan supaya tenang menjalani pilihan itu. Dilihat juga dari prioritas, dilihat juga dari efek ke diri sendiri.

Dengan benar-benar memikirkan konsekuensi yang akan dihadapi sebelum memilih, bisa membantu kita untuk legowo alias nerima dan bertanggung jawab penuh dengan setiap pilihan yang diambil. Itu juga membantu kita meminimalisir rasa menyesal kalau akhirnya pilihan itu nggak berjalan seperti yang dibayangkan. Kayak apa yang udah dijelaskan di awal, kendali untuk memilih seratus persen ada di kita sendiri begitu juga dengan tanggung jawab setelahnya.

Life is about choices. Some we regret, some we are proud of, some will haunt us forever. The message is ‘We are what we choose to be’

– Graham Brown

So, choose wisely. Have a nice day everyone!

4 comments on “Life is All About Choices

  1. Hidup itu memang tentang pilihan. Meski ada kalanya pilihan kita harus terkekang sama keinganan orang tua yang begitu mengikat. Tidak boleh ini. Tidak boleh itu. Namun lagi-lagi hal itu kembali menghadapkan kita ke dalam pilihan : mengikuti kemauan orang tua yang tidak senada dengan kita atau menjadi pembangkang saja sekalian? Eh jadi curcol. Nice post, mbak!

    • Yashh wkwk That’s exactly my point 🙂 terima kasih sudah menyempatkan membaca ya. Semoga pilihan-pilihan yang ada malah membuat kita semakin berani melangkah. Salam kenal! 🙂

  2. Hukum ujung tali, ketika kita dihadapkan dengan banyak tali kita bebas untuk memilih satu tali, bahkan kita bebas untuk tidak memilih. Namun setelah kita memilih satu tali, kita tidak bisa memilih ujungnya.
    Nice posting mb DIta,.
    Keep posting good news..

    • Setujuuu! Bahkan ketika kita kira konsekuensi yang muncul akan begini begitu, bisa jadi di tengah jalan berubah atau dihadapkan ke pilihan baru lagi ya mas. Terima kasih sudah mampir! 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *