Slice of Life

Lebaran di Tengah Pandemi

Lebaran di tengah pandemi, ya menjadi pengalaman yang berbeda. Bulan Ramadhan dan lebaran tahun ini memang jadi momen Ramadhan yang sangat berbeda dari sebelum-sebelumnya. Karena adanya pandemi Covid-19, banyak hal-hal yang biasanya meramaikan Ramadhan kali ini nggak bisa dilakukan.

Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh coronavirus yang baru ditemukan. Pertama kali, penyakit ini terjadi di Wuhan, Tiongkok sejak bulan Desember 2019. Sampai saat ini, Covid-19 masih menyerang banyak negara di dunia, termasuk Indonesia. Virus ini masuk ke Indonesia pertama kali pada awal Maret 2020.

Penyebaran virus ini cukup cepat. Penyebaran terjadi melalui droplets atau percikan-percikan yang keluar dari hidung dan mulut saat ada orang yang terjangkit batuk atau mengeluarkan napas. Karena ini sejak akhir Maret, mulai keluar himbauan untuk di rumah aja dan menghindari berada di kerumunan orang.

Baca: 5 Tempat Makan di Jogja yang Dikangenin selama Pandemi

Ramadhan Terasa Lebih Sepi

Mulai dari keluarnya himbauan untuk di rumah aja, jalanan dan kegiatan di luar rumah memang jadi lebih sepi. Orang-orang nggak keluar rumah kecuali ada keperluan. Memang nggak semua orang diam di rumah karena ada yang pekerjaannya nggak bisa dilakukan dengan sistem Work from Home (WFH / kerja dari rumah). Bahkan sholat Jumat dan sholat berjamaah di masjid ditiadakan.

Ramadhan jadinya kerasa sepi banget karena pandemi ini. Biasanya ramadhan kan diisi dengan tadarusan dan sholat tarawih berjamaah, tapi kali ini nggak bisa dilakukan. Semua ibadah disarankan untuk dilakukan di rumah aja.

Selain itu, pasar ramadhan atau pasar sore yang biasanya selalu rame orang cari takjil untuk buka puasa, tahun ini nggak ada. Yah manggak mau jadi harus bikin takjil sendiri di rumah. Ada positifnya juga sih, karena harus kreatif membuat menu buka puasa setiap hari. Tapi kurang terasa lengkap momen Ramadhannya.

Pasar Ramadhan

Ada lagi salah satu momen yang hilang di ramadhan kali ini, yaitu buka puasa bersama. Buka puasa bersama ini biasanya juga jadi ajang reunian bareng temen-temen. Momen buka puasa bersama ini biasanya udah bikin jadwal penuh sejak minggu pertama. Karena kali ini harus jaga jarak, jadi nggak bisa dilakukan deh. Eh bersyukur dengan adanya teknologi, tetap bisa buka puasa bersama temen-temen walaupun via video call. Nggak sama feelnya, tapi cukup mengobati kangennya.

Momen Lebaran saat Pandemi yang Berbeda

Lebaran kali ini pun jadi sangat berbeda seperti sebelumnya. Selain adanya himbauan untuk di rumah aja, juga ada himbauan untuk nggak mudik dan tetap stay di kota masing-masing saat lebaran. Bahkan sejak akhir April, pesawat dilarang untuk beroperasi. Mode transportasi lain seperti kereta api juga banyak membatalkan jadwal keberangkatannya.

Mau nggak mau ya lebaran tahun ini tanpa keramaian momen mudik. Nggak ada mudik tahun ini, artinya buatku lebaran di Jogja tanpa orang tua Karena kebetulan orang tua tinggal di kota yang berbeda. Orang tuaku udah beli tiket pesawat untuk balik ke sini jauh-jauh hari. Tapi akhirnya membatalkan keberangkatan dan refund tiket demi kebaikan bersama.

Malam takbiran masih tetap ramai dengan masjid-masjid yang bersahutan takbir dari sore sampai pagi, tapi nggak seramai biasanya. Nggak ada lomba takbir yang sering diadakan di malam hari raya. Nggak ada pawai rombongan takbir yang lewat di depan rumah.

Baca: Tips Mengelola Keuangan Menghadapi New Normal

Banyak tempat atau kelompok yang biasanya mengadakan sholat Ied berjamaah, tahun ini memutuskan untuk nggak mengadakan. Iya, untuk sholat Ied juga disarankan untuk dilakukan di rumah masing-masing supaya nggak ada kerumunan yang memberi resiko penyebaran. Walaupun masih ada juga yang tetap mengadakan sholat Ied berjamaah dengan memperhatikan protokol kesehatan (katanya). Aku sholat Ied sendiri di rumah, ada juga yang berjamah dengan keluarganya di rumah. Ini sungguh pengalaman pertama, nggak tau tahun depan akan begini lagi atau nggak. Semoga sudah kembali normal.

Silaturahmi Tetap Jalan

Hal yang paling bikin kerasa banget bedanya lebaran kali ini adalah silaturahmi. Keluarga ku punya kebiasaan waktu lebaran, setelah sholat Idul Fitri, kami sekeluarga besar akan berkumpul bersama mbah Akung. Kami akan makan bersama dan bermaaf-maafan. Setelah itu, kami akan mengunjungi rumah tetangga terdekat untuk silaturahmi. Tahun ini, silaturahmi ke tetangga itu nggak dilakukan karena physical distancing. Di rumah juga nggak menyediakan snack untuk persiapan menerima tamu lebaran.

Walau begitu, silaturahmi tetap jalan dengan cara yang berbeda. Silaturahmi dari rumah ke rumah digantikan dengan pesan singkat. Silaturahmi dengan teman-teman yang biasanya bertemu di acara Syawalan, kali ini digantikan dengan silaturahmi online. Beda rasanya, namun semua menyadari hal-hal ini untuk kebaikan bersama.

Silaturahmi Online saat Lebaran

Semoga keadaan ini segera membaik dan semuanya bisa beraktivitas secara normal di luar rumah. Jaga kesehatan, jaga kebersihan. Tetap perhatikan jarak aman dan memakai masker ketika di luar rumah, juga jangan lupa untuk rajin mencuci tangan dengan benar.

Sehat selalu ya!

Luv,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *