Awal Sebuah Perjalanan

Berawal dari sebuah keingin tahuan akan hal-hal yang baru, waktu SMA (sekitar tahun 2011) aku bergabung dengan organisasi pencinta alam. Dari sana lah aku memulai perjalananku. Pertama kali yaitu mendaki gunung, pergi jauh dari rumah, bermalam di tenda selama satu-dua malam, makan seadanya, nggak mandi sama sekali, lalu pulang dengan badan pegal+kucel tapi mengantongi banyak foto-foto pemandangan indah dan cerita-cerita seru.

IMG_4302
with team
_MG_4572
Merbabu, jalur pendakian. 2012
_MG_4576
Pemandangan pagi hari.

 Beberapa kali melakukan pendakian, selalu pulang dengan pertanyaan.

“Kenapa kamu melakukan sebuah perjalanan?”

Kenapa ya? Waktu itu hanya karena bosan dengan rutinitas sekolah. Tapi setelah satu perjalanan selesai, eh kok jadi ketagihan. Rasanya mau lagi, mau terus jalan-jalan. Ternyata aku belum kemana-mana. Banyak yang belum aku kunjungi. Dan ternyata di tempat yang jauh dari rumah aku bisa dapat banyak hal baru. Seru! Aku sangat menikmati bagaimana rasanya berada di ketinggian, jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Di gunung sangat dingin (pernah merasakan suhu nyaris 0͒ celcius), tapi obrolan bersama teman-teman sambil menyeruput coklat atau kopi panas membuat hawa dingin itu tidak begitu berasa. Kita bisa mengobrolkan apa saja. Dari yang serius, sampai khayalan tingkat tinggi, bebas aja. Waktu yang berharga, kebahagiaan yang sederhana.

Suatu waktu aku sangat menikmati menjadi turis di kota orang. Berjalanan santai di trotoarnya, menikmati makanan khasnya, membeli jajanan tradisional, belajar alat musik daerahnya, mengobrol dengan orang lokal, mendengarkan cerita-cerita sejarahnya, berkunjung ke museumnya, nongkrong di alun-alunnya, dan sebagainya selayaknya turis. Atau pernah suatu waktu aku juga menikmati menjadi turis di kota sendiri, bergabung dengan ratusan turis musim liburan. Ada tenang yang didapat saat sejenak berjalan-jalan melupakan keriwehan sehari-hari. Ada semangat baru yang muncul setelah kembali

“Apa makna sebuah perjalanan bagimu?”

Sampai umur segini, sudah beberapa kali melakukan perjalanan. Walaupun belum terlalu jauh. Tapi semua perjalanan selalu bermakna. Jauh dan cukup lama tidak berada di rumah yang penuh kenyamanan, bagiku mengajarkan bahwa aku pergi untuk kembali. Setiap perjalanan yang dilakukan mempunyai garis start dan pasti memiliki garis finish. Berawal dari rumah, aku akan selalu kembali ke rumah. Tujuan perjalanan ku bukan tempat-tempat yang bisa apa saja ditunjukkan. Tujuan perjalananku adalah pulang dengan selamat. Berbekal restu orang tua, kembali membawa sebongkah cerita untuk orang di rumah. Waktu yang dihabiskan untuk perjalanan, membuatku semakin menghargai waktu bersama keluarga. Zona nyaman itu, tidak mengekang aku untuk selalu berada di dalamnya tapi memberi kebebasan untuk aku bisa belajar apa saja di luar sana. Zona nyaman itu, selalu membuka lebar-lebar pintunya untuk menyambut kepulanganku.

IMG_4310
Sunrise, Gunung Prau. 2014

IMG_4460

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *