Travel

12 Jam di Hat Yai Teminal

Pertama kali denger Hat Yai, sama sekali nggak kebayang itu kota yang seperti apa. Bahkan baru tau kalau harus transit di kota itu ya karena mau melalui perjalanan darat ke Bangkok. Hat Yai adalah kota terbesar di Provinsi Songkhla yang terletak di selatan Negara Thailand, dekat dengan perbatasan Malaysia. Biasanya kereta atau bus dari Malaysia kalau mau ke Bangkok atau Phi-Phi, transitnya di terminal Hat Yai.

Baca: Naik Bus dari Kuala Lumpur ke Bangkok

Kesan Pertama Kota Hat Yai

Perjalananku kemarin naik bus malam dari Kuala Lumpur, sampai di Hat Yai sekitar jam 7 pagi. Setelah melewati perdebatan dengan sopir tuk-tuk dan kebingungan di terminal bus, akhirnya sekitar jam 9 pagi berhasil juga mengamankan tiket bus untuk ke Bangkok. Bus ke Bangkok bakal berangkat jam 5 sore.

Sebelum berangkat ke Hat Yai tuh udah cari-cari info dan udah ngincer tiket ke Bangkok jam segitu. Sempet kepikiran mau jalan-jalan di sekitaran pusat kota Hat Yai karena punya space waktu yang cukup panjang. Bahkan udah nyatet mau ke mana aja dan bagaimana caranya buat ke sana. Tapi setelah kesan pertama dengan orang Hat Yai (si mamang tuk-tuk) nggak bagus, jadi mengurungkan niat untuk pergi jauh-jauh dari terminal. Takut dikerjain lagi waktu naik kendaraan umum.

Baca : Kesan Pertama Naik Tuk-Tuk

Bahasa

Menurutku, salah satu kendalanya adalah bahasa. Masyarakat Hat Yai ini sedikit yang bisa bahasa Inggris dengan lancar. Bahasa sehari-hari yang digunakan adalah bahasa Thai. Jadi inget waktu masuk terminal pertama kali, langsung dikerubutin calo-calo tiket bus nawarin biar beli tiket di mereka. Eh tapi ya mohon maaf, selain karena nggak percaya, mereka nawarinnya pakai bahasa Thai jadi nggak paham. Cuma bisa nangkep nama-nama tempat wisata yang mereka sebutkan aja, nggak paham promo apa yang ditawarkan hahaha

Tapi selain bahasa Thai, ada beberapa juga yang bisa bahasa Melayu karena kan ini perbatasan dengan Malaysia ya. Kemarin waktu di Hat yai sempat kebingungan mau beli tiket bus ke Bangkok, eh ada perempuan muslim di sebelah ku. Pas diajak ngobrol, ternyata bisa bahasa Melayu, untungnya ya kurang lebih mirip dengan bahasa Indonesia. Akhirnya minta tolong mbaknya untuk pesenin tiket bus.

Sekalian aku tanya di mana tempat makan terdekat yang jual makanan halal. Ternyata ada tuh di sebelah terminal, pas disamperin eh ternyata yang jual orang Melayu juga. Lumayan deh jadi cukup lupa sama kejadian nggak enak sama mamang tuk-tuk.

Makanan

Sebelum berangkat, sempet browsing tentang makanan di Hat Yai. Hat Yai ini adalah daerah yang punya penduduk muslim paling rame di Thailand. Jadi untuk cari tempat makan yang Halal nggak begitu susah. Transit di Hat Yai ini menjadi kesempatan pertama untuk mencoba makanan Thailand.

Fried noodle di Hat Yai

Aku pribadi cocok banget sih sama rasa masakan Thailand ini hehehe. Pas aja gitu dan enak. Salah satu bucket list aku untuk minum Thai Tea di Thailand juga terwujud di sini. Thai Tea asli di Thailand ini PARAH SIH ENAKNYA hahaha.

Habis makan siang, sempet iseng jalan-jalan di sekitaran terminal Hat Yai. Mau ngerasain keadaan pemukimannya gimana. Kotanya cenderung sepi dan banyak bangunan yang terlihat tua aja bentuknya. Bangunan-bangunan tua ini kebanyakan dijadikan ruko buat warung atau tempat makan gitu.

Chicken Rice / Nasi Ayam Hainan kuliner Hat Yai

Terminal Hat Yai

Kalau ngomongin tentang terminal Hat Yai ini, sebagai terminal tansit perjalanan antar negara tuh fasilitasnya standar banget. Ada ruang tunggu, toilet, juga musholanya yang cukup bersih tapi ya gitu standar.

Ada juga angkutan kota gitu yang ngumpul di sini. Warnanya beda-beda gitu yang menunjukkan arah atau rute daerah yang bakal dilewati. Sayang banget sih nggak nyoba untuk keliling kota naik itu.

12 jam di Hat Yai ini ngerasa cukup betah sebenernya. Di sekitaran terminal tuh juga banyak ternyata penginapan gitu. Jadi kepikiran buat suatu hari besok ke Hat Yai lagi buat eksplor kotanya. 2-3 hari stay di sana kayaknya seru buat yang pengen eksplor tapi nyari kota yang nggak begitu rame.

Ada yang mau eksplor Hat Yai juga?

 

 

Luv,

4 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *